Selasa, 23 Agustus 2016
Selasa, 16 Agustus 2016
PRESTASI
PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH
o Juara 1 Pidato Bahasa Arab Se-Malang Raya tahun 2013
o Juara 2 Pidato Bahasa Arab Se-Jawa Timur tahun 2013
o Juara 1 Kaligrafi Se-Malang Raya tahun 2013
o Juara 1 Puisi Se-Malang Raya tahun 2013
o Juara 1 Volly Ball Se-Malang Raya tahun 2013
KEGIATAN SISWA
Kegiatan Sosialisasi MPLS SMA Bahrul Maghfiroh Tapel 2016/2017
Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang
bertempat di Aula SMA Bahrul Maghfiroh
Kegiatan Jalan Sehat SMA Bahrul Maghfiroh dalam rangka menyambut HUT RI ke-71
GURU/KARYAWAN
Guru dan Karyawan SMA Bahrul Maghfiroh
Tahun Ajaran 2016/2017
No
|
Nama Guru
|
Mata Pelajaran
|
Jabatan
|
1
|
Miftahul
Bari, M. Pd
|
Ekonomi
|
Kepala Sekolah
|
2
|
Hariyanto,
S.Pd
|
Bahasa
Indonesia
|
Guru
|
3
|
Wahyudi,M.Pdi
|
PAI
|
WAKA Kurikulum
|
4
|
Saiful
Rokib, S.Pd.I
|
PAI
|
Guru
|
PRAKARYA
|
|||
5
|
Muthia
Hermansyah S.E
|
Ekonomi
|
Waka Humas
|
6
|
Mushoffa,S.Si
|
Biologi
|
Waka Sarpras
|
7
|
Drs.
Moh Iqbal, M.M
|
Pkn
|
WAKA Kesiswaan
|
Sejarah
Indonesia
|
|||
8
|
Agus
Yasin, S.Si
|
Fisika
|
Guru
|
9
|
M.Abdul.
Azdim, S.Si
|
Matematika
|
Guru
|
10
|
Risman
Heli.S.Si
|
Kimia
|
Guru
|
11
|
Silva
Ahmad Adini, S.Si
|
Matematika
|
Guru
|
12
|
Ahmad
Arif, S.Pd
|
Geografi
|
Guru
|
Sejarah
Umum
|
|||
13
|
Herdanu,S.S
|
Bahasa
Inggris
|
Guru
|
14
|
Agung
Dwi Bachtiar, S.Pd
|
Sosiologi
|
Guru
|
15
|
Indya
Putra Darana H. S.Pd
|
Bahasa
Inggris
|
Guru
|
16
|
Achmad
Busyiri, M.Pd.I
|
Prakarya
|
Guru
|
17
|
Gatot,
S.Pd
|
Penjaskes
|
Guru
|
18
|
Galih,
S.Pd
|
SBD
|
Guru
|
Penjaskes
|
|||
19
|
Akhmad
Syahwanul Karim, S.Pd
|
Matematika
|
Guru
|
20
|
Muh.Munirul
Anam, S.Pd.I
|
CO. TU
|
|
21
|
Adi
Wahyu Pratama
|
Staf TU
|
|
22
|
Afdol
Syarif
|
Staf TU
|
|
23
|
Ahmad
Sidik
|
Staf TU
|
PROFIL
SEJARAH DIDIRIKANNYA
SMA BAHRUL MAGHFIROH
Sejarah
didirikannya SMA Bahrul Maghfiroh ini dimulai dari berdirinya pondok pesantren
Bahrul Maghfiroh yang mana pada masa hidupnya Romo KH Abdullah Fattah bin Daim
Tjitronegoro biasa dipanggil Mbah Fattah
seorang Wali min Awliyaa illah memiliki harapan. Suatu ketika dia bisa memiliki
sebuah pondok pesantren. karena selama berpuluh-puluh tahun berdakwah, Mbah
Fattah sudah melanglang buana ke hampir seluruh penjuru dunia.
Namun
keinginan itu baru terwujud sekitar tahun 1995 lalu. Adalah Gus Lukman (Gus Edy
Lukmanul Karim bin Abdullah Fattah) putra ke sembilan Mbah Fattah, yang
berhasil mewujudkan impian itu.
Awalnya,
pondok pesantren yang akhirnya di beri nama Bahrul Maghfiroh itu, hanya sebuah
lahan seluas sekitar 500 meter persegi yang berada di daerah perbukitan di
Tlogomas yang masuk wilayah kecamatan Lowokwaru kota Malang.
Sekalipun
masih berada di wilayah kota Malang, namun ketika itu, daerah sekitar pondok,
masih belum sepadat sekarang. Orang-orang tidak mau membangun rumah di wilayah
tersebut, karena sulitnya mencari air. Apalagi untuk bisa mendapatkan air,
butuh perjuangan ekstra keras. Bukan itu saja, di area tersebut juga belum ada
aliran listrik. Belum ada jalan. Kalau pun ada masih berbentuk makadam. Tak
heran kalau daerah di sana nyaris taklaku di jual.
Namun
Gus Lukman dengan segala upayanya, terus mencoba menghidupkan pondok tersebut. Di
awal-awal berdiri, pondok memiliki tiga orang santri. Diantaranya adalah
Maulana dan Hasyim. Titik balik pondok, di mulai sekitar tahun 1997. Yakni
dengan membangun sebuah masjid di lingkungan pondok putra di jalan Joyo Agung. Masjid
itu, menjadi bangunan pertama yang ada di lahan seluas 500 meter persegi
tersebut. Ketika itulah, bersama-sama santri yang ada, Gus Lukman mulai membuka
Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh. Jelas saja karena wilayahnya yang masih sepi
dan nyaris terisolir, lantaran belum ada listrik maupun jalan, tak banyak orang
yang tahu sebuah pondok telah berdiri. Namun perjuangan tak pernah berhenti.
Upaya terus di lakukan dalam keterbatasan, meski tak mengurangi kekhusyu’an
dalam beribadah, maupun terus mengembangkan dakwah.
Lambat
tahun, perbaikan terus ada. Sekitar tahun 2000, barulah pemerintah mengalirkan
listrik untuk pondok. Apalagi di waktu itu, beberapa daerah di sekitar mulai di
buka untuk perumahan. Bukan hanya listrik, sebagai akses masuk, jalan juga
mulai di bangun. Meski untuk air, masih harus beli di PDAM dan mengambil di
sungai. Saat itu,jumlah santri juga terus berkembang. Yang awalnya hanya ada
tiga orang, di tahun-tahun itu sudah ada sekitar 20 santri yang datang dari
berbagai daerah. ”waktu itu,saya menerima santri, tentu saya sesuaikan dengan
kemampuan pengasuh.” ujar Gus Lukman.
Dengan
terus memohon kepada Allah SWT serta dari do’a restu Mbah Fattah, pondok terus
berkembang dan berkembang. Sistem pembelajaran di pondok juga semakin di
baguskan. Yakni, sebuah sistem pondok pesantren yang harus tanpa menerima
bayaran sepeserpun dari santri (Balasy). Bahkan
sistem itu juga yang kemudian hari, di berlakukan untuk sekolah formal yang
berada di naungan pondok.
Konsep
sistem balasyi itu adalah, pengasuh pondok menyediakan
kebutuhan santri mulai dari hal yang paling kecil. Tidak hanya santri, tapi
juga pengurus pondok dan ustadz (guru). Karena merekalah yang memakmurkan
pondok. Kebutuhan kecil seperti pasta gigi, sikat gigi, sabun dan lain-lain, di
penuhi semua oleh pondok. Termasuk kebutuhan yang lebih besar lagi.
Tujuannya,
agar santri, ustadz maupun pengurus pondok, tidak lagi memikirkan kebutuhan
pribadi mereka. Apalagi banyak umat Islam yang lemah dari sisi ekonomi. Pondok
berharap, para pengurus,santri dan ustadz, tidak memikirkan kelemahan-kelemahan
ekonomi bagi orang Islam tersebut. Karena semuanya telah di penuhi pondok
dengan adanya hal tersebut, pondok berharap mereka yang menyediakan waktu untuk
kepentingan dakwah lewat pondok, harus belajar ikhlas, untuk mengabdikan diri
demi agama.
Kondisi
itulah yang di terapkan di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh. Sebuah kondisi
santri, pengurus dan guru yang ikhlas di dalam beramal secara tuntas, agar
tercipta pendidikan untuk memberikan pelajaran bagai mana melakukan sesuatu
dengan ikhlas. karena Ikhlas adalah kunci semuanya di terima oleh Allah.
Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya:”tidaklah Allah memerintahkan
orang itu menyembah dan beribadah kecuali dengan ikhlas.” Perkembangan
pendidikan di pesantren Bahrul maghfiroh juga tidak lepas dari keberadaan
sejarah berdirinya Pondok pesantren.
DENTITAS
SEKOLAH
1. Nama
Sekolah : SMA
BAHRUL MAGFIROH MALANG
2. NSS
/ NPSN :
304056104159 / 69755783
3. Provinsi
: Jawa
Timur
4. Kecamatan
: Lowokwaru
5. Kelurahan
: Tlogomas
6. Jalan
dan Nomor : Jl. Joyo
Agung Atas No. 02
7. Kode
Pos : 65144
8. Telepon
:
Kode Wilayah : 0341
Nomor : 567 008
9. Fax :
Kode Wilayah : Nomor :
10. E-
mail :
smabahrulmaghfiroh@yahoo.com
11. Daerah
:
Pedesaan
12. Status
Sekolah : Swasta
13. Kelompok
Sekolah : -
14. Akreditasi
: Tidak
terakreditasi
15. Tahun
berdiri : 2013
16. Kegiatan
belajar mengajar : Pagi
17. Bangunan
Sekolah : Milik Sendiri
18. Organisasi
Penyelenggara : Pemerintah
19. Jumlah
Murid : 88
a. Laki
– laki : 88
20. Rombel
: 6
Rombel
21. Luas
Lahan
40,000 m 2
22. Luas
Bangunan : 20,000 m2
23. Luas
Halaman/Taman : 5,000 m2
24. Luas
Lap. Olahraga : 150 m2
25. Luas
Kebun : 5,000 m2
26. Lain
Lain :
9,850 m2
VISI
Unggul Dalam Prestasi, Terampil, Berbudi Luhur, Serta
Dapat Bergaul Berlandaskan Iman dan Taqwa.
MISI
·
Melaksanakan proses pembelajaran yang bertanggung jawab
sehingga siswa dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya
·
Mewujudkan sekolah sebagai lembaga pendidikan yang
berwawasan wiyatamandala
·
Memupuk budaya belajar sepanjang hayat bagi seluruh warga
sekolah
·
Mendorong kreativitas dan ketrampilan siswa sesuai dengan
bakatnya
·
Memberi warna keimanan, ketaqwaan, dalam berbicara, bersikap,
bertindak.
TUJUAN
- Dapat mengamalkan ajaran agama hasil proses
pembelajaran dan kegiatan pembiasaan
- Meraih presatasu akademik maupun non Akademik
- Menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan
teknologi sebagai bekal untuk melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi
- Menghargai dan menghormai sesama di lingkungan
sekolah , keluarga dan masyarakat yang berbeda agama, budaya, suku bangsa
dan status sosial
- Munculnya generasi yang tangguh , baik akidah
maupun keilmuan serta berjiwa kebangsaan
- Membiasaakan hidup sehat dalam setiap kegiatan baik
dilingkungan sekolah maupun rumah
- Melaksanakan PBM dengan pendekatan PAKEM
- Menghadirkan nuansa yang harmonis dalam lingkungan
erja
- Melaksanakan upacara setiap hari senin
- Menyiapkan peserta didik untu dapat diterima di
sekolah lanjutan tingakat pertama yang
berkualitas
- Menyiapkan peserta didik terampil dan berwawasan
lingkungan
Membiasakan peserta didik untuk tertib dalam
menjalankan aktifitasnya sehari hari dengan berpedoman pada tata tertib sekolah
Langganan:
Postingan (Atom)













