Selasa, 16 Agustus 2016

HUBUNGI KAMI

DOWNLOAD

PENERIMAAN SISWA BARU

PRESTASI

PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH

o   Juara 1 Pidato Bahasa Arab Se-Malang Raya tahun 2013
o   Juara 2 Pidato Bahasa Arab Se-Jawa Timur tahun 2013
o   Juara 1 Kaligrafi Se-Malang Raya tahun 2013
o   Juara 1 Puisi Se-Malang Raya tahun 2013

o   Juara 1 Volly Ball Se-Malang Raya tahun 2013

KEGIATAN SISWA

Kegiatan Sosialisasi MPLS SMA Bahrul Maghfiroh Tapel 2016/2017


Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang 
bertempat di Aula SMA Bahrul Maghfiroh




Kegiatan Jalan Sehat SMA Bahrul Maghfiroh dalam rangka menyambut HUT RI ke-71 









KURIKULUM

GURU/KARYAWAN

Guru dan Karyawan SMA Bahrul Maghfiroh
 Tahun Ajaran 2016/2017


No
Nama Guru
Mata Pelajaran
Jabatan
1
Miftahul Bari, M. Pd
Ekonomi
Kepala Sekolah
2
Hariyanto, S.Pd
Bahasa Indonesia
Guru
3
Wahyudi,M.Pdi
PAI
WAKA Kurikulum
4
Saiful Rokib, S.Pd.I

PAI
Guru


PRAKARYA
5
Muthia Hermansyah S.E
Ekonomi
Waka Humas
6
Mushoffa,S.Si
Biologi
Waka Sarpras
7
Drs. Moh Iqbal, M.M
Pkn
WAKA Kesiswaan

Sejarah Indonesia
8
Agus Yasin, S.Si
Fisika
Guru
9
M.Abdul. Azdim, S.Si
Matematika
Guru
10
Risman Heli.S.Si
Kimia
Guru
11
Silva Ahmad Adini, S.Si
Matematika
Guru
12
Ahmad Arif, S.Pd
Geografi
Guru

Sejarah Umum

13
Herdanu,S.S
Bahasa Inggris
Guru
14
Agung Dwi Bachtiar, S.Pd
Sosiologi
Guru
15
Indya Putra Darana H. S.Pd
Bahasa Inggris
Guru 
16
Achmad Busyiri, M.Pd.I
Prakarya
Guru
17
Gatot, S.Pd
Penjaskes
Guru
18
Galih, S.Pd
SBD
Guru

Penjaskes
19
Akhmad Syahwanul Karim, S.Pd
Matematika
Guru
20
Muh.Munirul Anam, S.Pd.I

CO. TU
21
Adi Wahyu Pratama

Staf  TU
22
Afdol Syarif

Staf  TU
23
Ahmad Sidik

Staf  TU

PROFIL

SEJARAH DIDIRIKANNYA
SMA BAHRUL MAGHFIROH

Sejarah didirikannya SMA Bahrul Maghfiroh ini dimulai dari berdirinya pondok pesantren Bahrul Maghfiroh yang mana pada masa hidupnya Romo KH Abdullah Fattah bin Daim Tjitronegoro  biasa dipanggil Mbah Fattah seorang Wali min Awliyaa illah memiliki harapan. Suatu ketika dia bisa memiliki sebuah pondok pesantren. karena selama berpuluh-puluh tahun berdakwah, Mbah Fattah sudah melanglang buana ke hampir seluruh penjuru dunia.
Namun keinginan itu baru terwujud sekitar tahun 1995 lalu. Adalah Gus Lukman (Gus Edy Lukmanul Karim bin Abdullah Fattah) putra ke sembilan Mbah Fattah, yang berhasil mewujudkan impian itu.
Awalnya, pondok pesantren yang akhirnya di beri nama Bahrul Maghfiroh itu, hanya sebuah lahan seluas sekitar 500 meter persegi yang berada di daerah perbukitan di Tlogomas yang masuk wilayah kecamatan Lowokwaru kota Malang.
Sekalipun masih berada di wilayah kota Malang, namun ketika itu, daerah sekitar pondok, masih belum sepadat sekarang. Orang-orang tidak mau membangun rumah di wilayah tersebut, karena sulitnya mencari air. Apalagi untuk bisa mendapatkan air, butuh perjuangan ekstra keras. Bukan itu saja, di area tersebut juga belum ada aliran listrik. Belum ada jalan. Kalau pun ada masih berbentuk makadam. Tak heran kalau daerah di sana nyaris taklaku di jual.
Namun Gus Lukman dengan segala upayanya, terus mencoba menghidupkan pondok tersebut. Di awal-awal berdiri, pondok memiliki tiga orang santri. Diantaranya adalah Maulana dan Hasyim. Titik balik pondok, di mulai sekitar tahun 1997. Yakni dengan membangun sebuah masjid di lingkungan pondok putra di jalan Joyo Agung. Masjid itu, menjadi bangunan pertama yang ada di lahan seluas 500 meter persegi tersebut. Ketika itulah, bersama-sama santri yang ada, Gus Lukman mulai membuka Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh. Jelas saja karena wilayahnya yang masih sepi dan nyaris terisolir, lantaran belum ada listrik maupun jalan, tak banyak orang yang tahu sebuah pondok telah berdiri. Namun perjuangan tak pernah berhenti. Upaya terus di lakukan dalam keterbatasan, meski tak mengurangi kekhusyu’an dalam beribadah, maupun terus mengembangkan dakwah.
Lambat tahun, perbaikan terus ada. Sekitar tahun 2000, barulah pemerintah mengalirkan listrik untuk pondok. Apalagi di waktu itu, beberapa daerah di sekitar mulai di buka untuk perumahan. Bukan hanya listrik, sebagai akses masuk, jalan juga mulai di bangun. Meski untuk air, masih harus beli di PDAM dan mengambil di sungai. Saat itu,jumlah santri juga terus berkembang. Yang awalnya hanya ada tiga orang, di tahun-tahun itu sudah ada sekitar 20 santri yang datang dari berbagai daerah. ”waktu itu,saya menerima santri, tentu saya sesuaikan dengan kemampuan pengasuh.” ujar Gus Lukman.
Dengan terus memohon kepada Allah SWT serta dari do’a restu Mbah Fattah, pondok terus berkembang dan berkembang. Sistem pembelajaran di pondok juga semakin di baguskan. Yakni, sebuah sistem pondok pesantren yang harus tanpa menerima bayaran sepeserpun dari santri (Balasy). Bahkan sistem itu juga yang kemudian hari, di berlakukan untuk sekolah formal yang berada di naungan pondok.
Konsep sistem balasyi itu adalah, pengasuh pondok menyediakan kebutuhan santri mulai dari hal yang paling kecil. Tidak hanya santri, tapi juga pengurus pondok dan ustadz (guru). Karena merekalah yang memakmurkan pondok. Kebutuhan kecil seperti pasta gigi, sikat gigi, sabun dan lain-lain, di penuhi semua oleh pondok. Termasuk kebutuhan yang lebih besar lagi.
Tujuannya, agar santri, ustadz maupun pengurus pondok, tidak lagi memikirkan kebutuhan pribadi mereka. Apalagi banyak umat Islam yang lemah dari sisi ekonomi. Pondok berharap, para pengurus,santri dan ustadz, tidak memikirkan kelemahan-kelemahan ekonomi bagi orang Islam tersebut. Karena semuanya telah di penuhi pondok dengan adanya hal tersebut, pondok berharap mereka yang menyediakan waktu untuk kepentingan dakwah lewat pondok, harus belajar ikhlas, untuk mengabdikan diri demi agama.

Kondisi itulah yang di terapkan di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh. Sebuah kondisi santri, pengurus dan guru yang ikhlas di dalam beramal secara tuntas, agar tercipta pendidikan untuk memberikan pelajaran bagai mana melakukan sesuatu dengan ikhlas. karena Ikhlas adalah kunci semuanya di terima oleh Allah. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya:”tidaklah Allah memerintahkan orang itu menyembah dan beribadah kecuali dengan ikhlas.” Perkembangan pendidikan di pesantren Bahrul maghfiroh juga tidak lepas dari keberadaan sejarah berdirinya Pondok pesantren.

                          DENTITAS SEKOLAH
1.      Nama Sekolah                         : SMA BAHRUL MAGFIROH MALANG
2.      NSS / NPSN                           : 304056104159 / 69755783
3.      Provinsi                                   : Jawa Timur
4.      Kecamatan                              : Lowokwaru
5.      Kelurahan                                : Tlogomas
6.      Jalan dan Nomor                     : Jl. Joyo Agung Atas No. 02
7.      Kode Pos                                : 65144
8.      Telepon                                   : Kode  Wilayah :  0341       Nomor  : 567 008
9.      Fax                                          : Kode  Wilayah :                 Nomor  :
10.  E- mail                                     : smabahrulmaghfiroh@yahoo.com
11.  Daerah                                     : Pedesaan
12.  Status Sekolah                        : Swasta
13.  Kelompok Sekolah                  : -
14.  Akreditasi                               : Tidak terakreditasi
15.  Tahun berdiri                           : 2013
16.  Kegiatan belajar mengajar       : Pagi
17.  Bangunan Sekolah                  : Milik Sendiri
18.  Organisasi Penyelenggara       : Pemerintah
19.  Jumlah Murid                          : 88
a.       Laki – laki                         : 88     
20.  Rombel                                    : 6 Rombel
21.  Luas Lahan                            
 40,000 m 2


22.  Luas Bangunan                       : 20,000 m2
23.  Luas Halaman/Taman             : 5,000 m2
24.  Luas Lap. Olahraga                 : 150 m2
25.  Luas Kebun                             : 5,000 m2
26.  Lain Lain                                 : 9,850 m2

            VISI
Unggul Dalam Prestasi, Terampil, Berbudi Luhur, Serta Dapat Bergaul Berlandaskan Iman dan Taqwa.

        MISI
·            Melaksanakan proses pembelajaran yang bertanggung jawab sehingga siswa dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya
·            Mewujudkan sekolah sebagai lembaga pendidikan yang berwawasan wiyatamandala
·            Memupuk budaya belajar sepanjang hayat bagi seluruh warga sekolah
·            Mendorong kreativitas dan ketrampilan siswa sesuai dengan bakatnya
·            Memberi warna keimanan, ketaqwaan, dalam berbicara, bersikap, bertindak.

             TUJUAN
    1. Dapat mengamalkan ajaran agama hasil proses pembelajaran dan kegiatan pembiasaan
    2. Meraih presatasu akademik maupun non Akademik
    3. Menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal untuk melanjutkan kesekolah yang lebih tinggi
    4. Menghargai dan menghormai sesama di lingkungan sekolah , keluarga dan masyarakat yang berbeda agama, budaya, suku bangsa dan status sosial
    5. Munculnya generasi yang tangguh , baik akidah maupun keilmuan serta berjiwa kebangsaan
    6. Membiasaakan hidup sehat dalam setiap kegiatan baik dilingkungan sekolah maupun rumah
    7. Melaksanakan PBM dengan pendekatan PAKEM
    8. Menghadirkan nuansa yang harmonis dalam lingkungan erja
    9. Melaksanakan upacara setiap hari senin
    10. Menyiapkan peserta didik untu dapat diterima di sekolah lanjutan tingakat pertama yang  berkualitas
    11. Menyiapkan peserta didik terampil dan berwawasan lingkungan
Membiasakan peserta didik untuk tertib dalam menjalankan aktifitasnya sehari hari dengan berpedoman pada tata tertib sekolah